Khotbah pada Ibadah Minggu, 19 Februari 2023 di Jemaat Persiapan Efrata Resort 62 BNKP di Afdeling 2 Patogu Janji (Perkebunan Torus Ganda)
"YESUS SANG RAJA MAHAMULIA" : II PETRUS 1:16-21
“Kejahatan (kesalahan) membawa (dihantar dengan) cerita bohong (berbelit).
Kebaikan (kebenaran) menyampaikan kesaksian yang jujur”
Bukan tanpa dasar, Petrus mengecam dan membantah beberapa ajaran lain (sebagaimana disebut dalam surat ini : nabi palsu) tentang Keilahian dan kemuliaan Yesus sebagai Raja. Beberapa hal penting yang disampaikan oleh Petrus terkait dengan pernyataannya sebagai Rasul (kerasulan Petrus disebutkan dalam I Petrus 1:1; II Petrus 1:1), antara lain:
1. Mereka telah bersama-sama dengan Yesus dan
melihat langsung (ay.16-17)
2. Mereka telah bersama-sama dengan Yesus dan
mendengar langsung ajaran Yesus (ay.18).
3. Nubuatan-nubuatan dalam Perjanjian Lama
tentang Mesias oleh para Nabi yang digenapi
dalam diri Yesus (ay.19).
4. Peranan Roh kudus di setiap jejak penggenapan
tentang Mesias (ay. 20-21).
Kesaksian Petrus sebagai Rasul, sungguh menentukan nasib Gereja pada masa kini (dalam surat ini disebutkan orang-orang pendatang yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus yang tersebar di beberapa tempat sebagai perantau/Diaspora); apakah mereka tetap/atau masih eksis/konsisten pada ajaran Yesus atau mereka tergiur dan dibalikkan pada pernyataan-pernyataan guru palsu tentang Kristus yang berkembang di antara mereka?
Nabi Palsu (sebagaimana sebutan mereka dalam surat ini) mengajarkan tentang Kristus berdasarkan pemikiran mereka sendiri : disebutkan dalam II Petrus pasal 2 bahwa mereka mencari keuntungan mereka, ajaran mereka berdasarkan nafsu dunia, mereka menyajikan kesenangan, dan lain-lain tentang penyangkalann mereka terhadap kemuliaan Yesus .
Tentang kemuliaan Yesus sebagai Raja (sebagaimana tema Minggu ini : "Yesus Sang Raja Yang Mahamulia), Petrus menyatakan:
1. Mereka tidak mengikuti dongeng-dongeng...
(ay.16 ).
Kalimat ini menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh para Rasul (Petrus) bukan karena turut ikut-ikutan seperti para guru palsu, bukan berdasarkan cerita nenek moyang. Disini dikatakan "dongeng-dongeng..." Kata ini dalam teks asli perjanjian Baru menggunakan kata " mythois " (Ingg. Fables) artinya sebagai perumpamaan. Kata " mythois " dari kata dasar " muthos " (Ingg. Speech, story) artinya sebuah cerita yang kian dirancang.
Karena itu, Petrus hendak berkata bahwa mereka bukan hanya berpidato yang memberi pengumuman penghiburan terhadap iman saja, melainkan menyampaikan dasar iman Kristen yang bersumber dari Yesus. Artinya apa yang disampaikan oleh Para Rasul itu (dalam hal ini Petrus) bukanlah cerita yang mereka dengar dari orang lain. Berbeda dengan para nabi palsu itu bahwa mereka menceritakan apa yang menurut mitos : dongeng isapan jempol manusia (penulis: seperti menina bobokan anak kecil). Namun para Rasul (atau Petrus) mereka menyampaikan apa yang telah mereka lihat dan dengar langsung dari Yesus.
2. Kami menyaksikan dan kami mendengar (ay.
16c-17).
"Divonis Hukuman Mati...!!!
Demikian Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta memutuskan dan mengetok palu atas kasus kematian Brigadir J, pada tanggal 13 Februari 2023, setelah mempertimbangkan keterangan-keterangan para saksi di setiap persidangan.
Saksi mata dalam teks khotbah minggu ini berdasarkan teks asli Alkitab perjanjian baru menggunakan kata " epoptai " (Ingg. Eyewitnesses) artinya melihat dengan mata sendiri, saksi mata. Kesaksian Petrus, berdasarkan pada apa yang ia lihat ketika bersama-sama dengan Yesus. Salah satunya ketika Yesus membawa mereka bersama-sama di suatu gunung. Disana mereka melihat kemuliaan itu memenuhi Yesus (terjadi transfigurasi).
Dan dilanjutkan pada ayat 18 dikatakan mereka mendengar suara yang menyatakan kemuliaan itu.
3. Peranan Roh Kudus (ay. 20-21)
Dari Napak tilas Yesus kita melihat bahwa:
A. Roh Kudus yang menjaga Maria dari kekuatiran
saat mendapat berita bahwa ia melahirkan
(Luk.1:35).
B. Roh Kudus, dalam rupa Merpati menghinggapi
Yesus setelah pembaptisan-Nya (Mat. 3:16).
C. Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun
(Mat. 4:1) untuk dicobai iblis.
D. Roh kudus memampukan para Rasul untuk
bersaksi (Kispar. 2:4).
Ini menunjukkan bahwa setiap pelayanan Rasul-rasul tiada artinya tanpa Roh Kudus yang memampukan mereka. Bahkan Roh Kudus disini menyatakan keilahian dan kemuliaan Yesus.
Yang menjadi pengajaran bagi kita dari Khotbah minggu ini, sebagai berikut:
1. Sebagai Pelayan di jemaat-jemaat (Pendeta,
SNK, BPMJ atau Majelis Jemaat) : pelayanan
kita sangat mempengaruhi pertumbuhan iman
di jemaat-jemaat.
2. Sebagai pelayan marilah kita bersaksi sesuai
dengan membuktikan di dalam Alkitab (eksegese
bukan eisegese). Mengandalkan Kuasa Tuhan
melalui berdoa dan saat teduh bukan karena
mengejar ketenaran sebagai pendeta.
3. Sebagai Warga Jemaat : bahwa
membuktikan di dalam Alkitab
meneguhkan iman kita, oleh karena itu
Mendengar firman Tuhan adalah kesukaan
setiap orang Kristen.
4. Yesus Sang Raja Mahamulia : oleh karenanya
Yesus lah yang memiliki kuasa atas hidup kita,
bukan kita berkuasa atas Yesus.
TUHAN MEMBERKATI.....!!!
Oleh : Pdt. R. Murni Zend., S.Th. : Pendeta Jemaat Fa'omasi KT-7 Bukit Harapan I Resort 62 BNKP.
Komentar
Posting Komentar