Postingan

Renungan Ibadah P.A

  "JANGAN JEMU-JEMU UNTUK BERDOA" : KELUARAN 32:7-14 Sebagai pekerja Buruh di perkebunan kelapa sawit milik Torus Ganda, memang tidak mengenakan (keluh kesah beberapa karyawan yang notabene warga jemaat BNKP), pekerjaan berat, tuntutan peraturan (yang kadang kala berubah) membuat setiap kita serasa tidak ada kebebasan. "Seandainya" milik sendiri, kita mau buat apa perkebunan ini? Tentunya masing-masing kita berangan-angan. Terlepas dari semua itu, sebelum masa kita ini, berdasarkan catatan Alkitab bahwa ada sekelompok orang yang jumlahnya sangat banyak. Mereka dilatih sebagai budak di tanah Mesir pada masa itu. Kalau kita membaca di dalam Alkitab, sungguh nasib mereka tidak menguntungkan meskipun bagi mereka telah dijanjikan berkat melimpah. Dan mereka dikenal dengan sebutan " Orang Israel" . Suatu ketika orang banyak itu menjerit (mungkin seperti kita saat ini di beberapa tempat mengeluh "capek" dengan keadaan sekarang ini) dan jeritan itu suda...

Khotbah Pada Ibadah Pemberkatan Nikah

Gambar
" PERGUMULAN SEPUTAR PERNIKAHAN" : MALEAKHI 2:15-16; bdk. MARKUS 10:11-12 BNKP Jemaat Fa'omasi KT-VII Bukit Harapan I A. Pengantar Perkawinan/Pernikahan Sudah Ketentuan Allah Atas manusia untuk meneruskan keturunan dan memenuhi bumi (Kej. 2:22-24) juga dalam perkawinan terdapat janji dan perintah Allah (bdk. Mal. 2:15-16). Perkawinan yang diadakan oleh Allah (diperintahkan, dijanjikan) adalah untuk kebahagiaan manusia (Kej. 2:18) jadi celakalah mereka yang dalam perkawinannya bercampur kemunafikan, pertengkaran atau pertengkaran. Juga perkawinan berguna untuk menghindari terjadinya perzinahan di antara umat Allah (I Kor. 7:2) sehingga perkawinan tidak ditiadakan bagi manusia di dunia ini. Pada dasarnya perkawinan adalah kesatuan Kristus dengan Jemaatnya, kesatuan Allah dengan umat-Nya (bdk. Hos. 2:18-19; Ef. 5:23-24, 32) itulah sebabnya perkawianan sangat dikuduskan, dijunjung tinggi dan dipertahankan. Bukan seperti pernikahan dalam sinetron di TV yang hanya t...

Bersaat Teduh

Gambar
 " KASIH SETIA ALLAH KEPADA UMAT-NYA" (KELUARAN 17:1-7). Makanan dan minuman adalah kebutuhan setiap orang yang ada di dunia ini bahkan makhluk hidup yang lain ciptaan Tuhan membutuhkan makanan dan minuman. Karena salah satu kebutuhan pokok manusia adalah makan dan minum dan ini sudah dikenal sejak dahulu kala bahwa tanpa makan dan minum, maka makhluk hidup yang ada di bumi ini akan mati. Bacaan kita dari kitab Keluaran menjelaskan betapa pentingnya kebutuhan jasmani itu namun lebih penting setiap manusia memikirkan kebutuhan rohaninya yakni masalah iman kepercayaannya kepada Tuhan. Tidak sedikit orang yang terbunuh hanya karena makanan, minuman, memperebutkan jatah makanan. Tidaklah jauh beda kita dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa. Dari Mesir mereka menelusuri Laut Teberau, padang Gurun mereka lewati, kadang berhenti membuat kemah, siang dan malam tanpa mengenal lelah mereka terus berjalan. Dan Tuhan tidak pernah meninggalkan mere...

Khotbah pada Ibadah Minggu, 19 Februari 2023 di Jemaat Persiapan Efrata Resort 62 BNKP di Afdeling 2 Patogu Janji (Perkebunan Torus Ganda)

Gambar
"YESUS SANG RAJA MAHAMULIA" : II PETRUS 1:16-21 “Kejahatan (kesalahan) membawa (dihantar dengan) cerita bohong (berbelit). Kebaikan (kebenaran) menyampaikan kesaksian yang jujur” Bukan tanpa dasar, Petrus mengecam dan membantah beberapa ajaran lain (sebagaimana disebut dalam surat ini : nabi palsu) tentang Keilahian dan kemuliaan Yesus sebagai Raja. Beberapa hal penting yang disampaikan oleh Petrus terkait dengan pernyataannya sebagai Rasul (kerasulan Petrus disebutkan dalam I Petrus 1:1; II Petrus 1:1), antara lain: 1. Mereka telah bersama-sama dengan Yesus dan      melihat langsung (ay.16-17) 2. Mereka telah bersama-sama dengan Yesus dan      mendengar langsung ajaran Yesus (ay.18). 3. Nubuatan-nubuatan dalam Perjanjian Lama      tentang Mesias oleh para Nabi yang digenapi      dalam diri Yesus (ay.19). 4. Peranan Roh kudus di setiap jejak penggenapan      tentang Mesias (ay. 20-21). Kesaksian Petru...

Khotbah Minggu, 12 Februari 2023

Gambar
KEBAHAGIAAN ORANG YANG HIDUP MENURUT TAURAT TUHAN” : MAZMUR 119:1-8 Selamat berbahagia (atau turut bersukacita)........ Begitulah sepenggal kalimat terpampang di pinggir jalan melalui karangan bunga (papan bunga) disekitaran rumah yang melangsungkan pesta pernikahan. Setiap orang : sanak-saudara, kerabat kerja, sahabat dan terlebih kedua mempelai berharap akan/dan pasti bahagia karena bisa membentuk keluarga baru melalui pernikahan.  Sudahkah anda bahagia? Pertanyaan spontan ini mengajak kita berpikir; apa yang membuat saya bahagia? Di beberapa tempat ada saja orang yang berkata : bahagianya hari ini karena bisa bertemu dengan kawan lama setelah bertahun-tahun berpisah sejak tamat dari bangku sekolah, bagi muda-mudi; merasa bahagia karena bisa bersama dengan pacarnya (terlebih di momen tertentu, seperti Hari Valentine). Bagi mereka yang hidupnya pas-pasan (seperti anak kost) merasa bahagia jika mendapat kesempatan menikmati hidangan/menu yang mewah. Dan masih banyak la...

II Samuel 1:17-27

 "FAHUWUSA/FARIAWÖSA SOADU" : II SAMUELI 1:17-27 I. Famasao Ba Imane Lowalangi : "lö sökhi ba niha na haya'i'ya'ia..." (I Moze 2:18) fehede andre asese tefa'ema ba ginötö alua walöwa ma na mufalua wamara'u tanga sangowalu. Ba na mutohugö wo'angerönusi taromali andre ba tebotokhi ba dödöda wa fa'aurida ba gulidanö andre sinangeania so wangonangegö awö ba lala wa'auri si'eroma'ökhö. Tenga ha ba gamaudu warongasa ma fongambatö. Hiza lö moadu wa'aurida ba gulidanö andre na ha ya'ita manö, eluahania lö moguna so khöda fakhögusa, faya'osa, fayawasa. Tebai tawa'ö tödöda ha ya'o zi pade, ya'o zonekhe, ya'ia khögu, ya'o zabölö. Lö manö fa'abölöda, na lö niha bö'ö ba ngaida, lö manö fa'onekheda na lö niha ba zifasuida. Fefu da'e alua na tesöndra wariawösa si sökhi/soadu/sogaena ba gotalua : wobanuasa, fatalifusöta, II. Fangosisi'ö  Taromali  Lowalangi(Mbörö  Huhuo) Mbörö huhuo ma'...

Jangan melupakan utang janji

 "Kepedulian Terhadap Disabilitas" : II Samuel 9:1-8 Sebagai raja yang punya kuasa untuk memerintah, Daud bisa saja membalaskan dendam amarahnya kepada Saul dengan memerintahkan setiap prajurit kerajaan, para tentara untuk menelantarkan keturunan Saul, membuang mereka di luar kota. Bisa dikatakan Daud adalah musuh bebuyutan  bagi Saul, yang melahirkan dendam di dalam hatinya. Namun bagaimana Daud memperlakukan keturunan Saul? Apa yang Daud katakan sebagai raja di tengah-tengah orang Israel? Penting untuk kita perhatikan nas khotbah hari ini (Minggu, 27 September 2020): 1. "Masih Adakah....Tidak Adakah Keluarga      Saul Yang Tinggal?" (ay. 1 & 3) Saya membayangkan keadaan Mefibosyet cucunya Saul, anak Yonatan saat itu sangat takut dan gemetar, sebab yang mencari dan menanyakan keberadaan mereka adalah seorang raja yang notabene adalah musuh kakeknya. Namun apa yang terjadi ketika raja itu meneruskan perkataannya?. Sesuatu yang tidak diduga terjadi, Daud berk...

Bekerja Untuk Tuhan (Kol. 3:22-25)

 "BEKERJA UNTUK TUHAN": Kolose 3: 22-25 "Bekerja untuk hidup. Ataukah Hidup untuk bekerja. Bagi banyak orang, bekerja adalah sebuah keharusan. Kalau tidak bekerja merupakan aib yang akan menjatuhkan derajatnya. Dapat dikatakan pengangguran, pemalas, ataupun tidak diterima. Sehingga dengan demikian banyak orang mencari pekerjaan sampai rela meninggalkan kampung halamannya. Termasuk kita saat ini yang pergi dari pulau Nias datang ke Torganda dengan alasan mencari pekerjaan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, apapun karena di Nias tidak ada lapangan kerja, sangat sedikit pendapatan. Ini menunjukkan bahwa mencari pekerjaan dengan tujuan upah (besar-kecil), alasan kebutuhan keluarga. Hal inipun benar adanya. Sebagai orang Kristen yang percaya kepada Kristus kita perlu merenungkan pekerjaan kita untuk siapa? Menurut tema minggu ini, pekerjaan kita adalah untuk Tuhan. Ini artinya pekerjaan kita adalah ibadah kita juga. Oleh karena itu perlu beberapa hal berdasarkan bacaan kita ...

Tinjauan penciptan manusia dari segi budaya

BAB IV KEJADIAN 1: 26-27 DI TINJAU DARI PENCIPTAAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA NIAS  Pengenalan Akan Budaya Nias Tentang Penciptaan Manusia Orang Nias memiliki keyakinan pada dua dewa yaitu “Lowalangi” di yakini sebagai dewa alam atas, sumber segala yang baik, dan dewa “Lature Danö” sebagai dewa alam bawah yang pada umumnya menggunakan segala yang jahat. Yang menentukan hidup dan matinya manusia adalah “Lowalangi”, juga menentukan kepala-kepala suku, berada di mana-mana, segala sesuatu dan menghukum yang jahat. Sedangkan Lature Danö ”menjadi sumber segala yang jahat, mendatangkan penyakit gempa bumi, angin ribut dan lain-lain. Dalam kultus “Lowalangi” diberikan lambang burung dan ayam-burung enggang dan garuda atau juga terang dan matahari. Sedangakan “Lature Danö” dilambangkan dengan naga bulan dan kegelapan. “Lature Danö” memiliki lambang warna hitam dan merah sedangkan “Lowalangi” memiliki lambang warna kuning keemasan. [1] Sebagai orang Nias yang tinggal di Nias maupun di...